Halaman

Translate

Minggu, 22 Desember 2013

Segenggam Kalimat untuk Ibu..

Mothers Day?
What's Mothers Day mean to you?
Wait, Im certainly asking to my self. What that's mean to me?

There's no word that could describe about you, Mom.

Sedikit sejarah tentang Hari Ibu yang dikutip dari website eramuslim sila lihat disini lengkapnya.
"Haknya seorang ibu lebih besar daripada sekedar disambut sehari dalam setahun. Bahkan seorang ibu mempunyai hak yang harus dilakukan oleh anak-anaknya, yaitu memelihara dan memperhatikannya serta menta’atinya dalam hal-hal yang tidak maksiat kepada Allah Azza wa Jalla disetiap waktu dan tempat"

IBU itu selalu ada untuk kita, setiap waktunya, setiap detiknya, bahkan mungkin setiap nafasnya, selain nama Allah, ibu selalu menyertai hidup anaknya.
Bila tangan-tangan halusnya tak bisa merangkul kita, bila dadanya yang luas tak bisa memeluk kita dengan kenyamanan, bila senyuman hangat Ibu tak bisa kita lihat setiap harinya, maka do'a ibu tak pernah terputus menyertai anaknya.

Adilkah kita membalas semua budi beliau hanya dengan memperingatinya sehari dalam setahun?
Sejarah Hari Ibu itu hanya bentuk doktrinisasi Yahudi dan aktivis feminisme utntuk melemahkan akidah kita, Islam tidak pernah mengenal adanya Hari Ibu atau Hari Ayah.

IBU dan AYAH berhak memiliki hari, setiap harinya untuk selalu kita beri penghargaan dan kasih sayang selalu tanpa kecuali selama Matahari belum berhenti menyinari bumi.

Ibu adalah orang pertama yang harusnya anak patuhi dan hormati, karena lewat telapak kaki beliau, anaknya sudah bisa mendapatkan pintu surga. Belum lagi dengan segala pengorbanan yang tak pernah putus selama ia hidup.
Ibu berhak mendapatkan penghargaan lebih, dari anak-anaknya. Meski Ibu hanya meminta anaknya cukup menjadi anak shalih saja.



Ya Allahu Rabbi..
 Lapangkanlah hati Ibuku untuk selalu bersabar mengasuh dan mendidik si anak yang lemah dan terbats ini..
Ya Allahu Rabbi..
  Kuatkanlah raga beliau, berikanlah kemudahan  untuk Ibuku yang setiap harinya ia berpeluh keringat demi mengurusi  si anak yang kers hati ini..
Ya Allahu Rabbi..
Sungguh Engkau lebih menyayangi Ibuku, Engkau meminta beliau untuk memenuhi ruang-ruang surga-Mu, disana ditempat terindah yang nyaman dan tenang tanpa ada gangguan si anak yang banyak meminta ini..
Engkau memberikan tempat terbaik bagi Ibuku, Ibu si anak yang sering kali lupa mengucapkan terima kasih atas semua jasanya yang tak terhitung.
Ya Allahu Rabbi..
Sampaikanlah ucapkan terima kasihku padanya, sebanyak air hujan yang Engkau turunkan pada bumi ini,
Bila itu tak cukup, sampaikanlah sebanyak nafas-nafasku yang  terhembus setiap harinya. 

IBU.. mungkin aku dulu terlalu egois, hatiku mungkin terlalu keras,
sehingga tak dapat aku menikmati hari-hari panjangku untuk sekedar membalas senyuman hangatmu.
Sekarang hanya lewat pusara ini aku bisa menumpahkan kerinduan panjangku padamu.. :’)

Ummi, semoga anakmu ini berkesempatan untuk menemuimu dirumah Allah, ditaman-taman yang sejuk dan indah dipandang, semoga kita dapat saling menumpahkan kerinduan kita di Jannah-Nya nanti.. Aamiin..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar