Halaman

Translate

Selasa, 24 Desember 2013

Jika lelah, Ingatlah kalimat ini Er!

Sedikit penyemangat kala hati ini sedang lelah, lelah bukan karena badan ini menuntut untuk beristirahat. Tapi, lelah saat bertemu dengan orang - orang yang sulit untuk diajak amanah apalagi sedikit mengorbankan waktunya ketika sudah aqad dengan saya, sungguh sedikit-sedikit hal itu menggerus rasa semangat saya.
But, Doesn't kill make you stronger?!

Tulisan ini saya ambil dari kutipan bukunya "Muhammad Choirul Anam - Kota Roma Menanti Anda."

Wahai saudaraku....

Tiada kata paling tepat dan paling indah untuk Anda yang telah mengabdikan diri di jalan Allah, kecuali kata: Selamat.

Berbahagialah. Sebab, diantara sekian banyak hamba Allah, Anda termasuk orang yang terpilih untuk melanjutkan tugas para Nabi dan Rasul.

Bersyukurlah. Sebab, tidak semua orang mendapatkan kebahagiaan untuk berjuang dan mengabdikan diri di jalan Allah. Tak banyak orang yang rela dan sanggup untuk ikut berperan dalam mengubah kondisi masyarakat yang rusak menjadi lebih baik, seperti Anda.

Sungguh, Anda termasuk hamba Allah yang beruntung. Itulah yang dikatakan Rasulullah. beliau bersabda, "Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing sepeti semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing." Ditanyakan kepada Rasulullah, "Siapakah orang yang asing itu?" Rasul menjawab, "Yaitu orang -orang yang melakukan perbaikan (islah) pada saat manusia pada umumnya rusak." (HR. Thabrani)

Orang asing yang beruntung itu adalah Anda. Sebab, Anda telah bersedia mencurahkan tenaga, harta dan pikiran untuk memperbaiki kondisi masyarakat dan sistem yang rusak, disaat kebanyakan orang disibukan dengan urusan pribadinya masing-masing.

Yang memilih Anda adalah Allah, Pencipta Alam. Yang Memuji Anda adalah Rasulullah, Pemimpin para Nabi. Betapa hebat apa yang Anda lakukan sehingga Rasulullah sampai memuji Anda sebagai orang-orang yang berbahagia. Masihkah ada kebahagiaan lain di banding pujian Rasulullah?

Apakah dunia dan segala isinya ini bisa disejajarkan dengan pujian beliau?

Sekarang, mari kita bayangkan. andai saja di tempat kerja, kita dipilih oleh atasan untuk menjalankan tugas khusus, padahal ditempat kerja itu masih banyak orang yang secara akademik atau menurut pertimbangan lain lebih mampu. Lalu, kita diberi pujian atau reward yang mengagumkan, bagaimana perasaan kita?
Atau misalnya kita seorang mahasiswa, kemudian kita dipilih oleh rektor untuk melakukan riset khusus, lalu hasil kerja kita dipuji dan kita diberi gift khusus. Apakah kita tidak bahagia?
Atau kita dipilih presiden untuk melakukan misi khusus, kemudian ia memuji kita dan memeberi imbalan yang sangat besar nilainya, bukankah kita orang yang sangat beruntung?

Padahal saat ini, yang memilih kita bukan sekedar pimpinan, rektor, atau presiden. Tetapi yang sekarang memiilh Anda adalah penguasa alam semesta raya dan yang memuji Anda adalah pemimpin para Nabi dan Rasul.
Sungguh, Anda adalah manusia yang paling beruntung saat ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar