Halaman

Translate

Selasa, 11 Februari 2014

Pasukan Penyebar #CintaMulia

Begitu mudahnya, begitu cepatnya, sehingga kaum ini telah terbiasa. Ya, kaum ini terbiasa mengikuti ajaran dan aturan yang sama sekali tidak pernah datang dari Tuhannya. Kaum ini masih labil, dengan kesederhanaannya berpikir, dan keterbatasannya mencerna, sehingga memudahkannya menjadi kaum pembebek. Kaum yang terbiasa beraktivitas pada kemaksiatan, yang melupakan diri pada norma dan aturan. Kemarin perayaan natal, kemudian tahun baru, tidak lama perayaan imlek, berasaskan toleransi mereka tutup telinga dan mata atas sejarah apa yang ada dibalik perayaan itu, sejarah paganisme, sejarah yang menjauhkan diri dari kemuliaan dan kehormatan. Sebagian kaum ini mengetahui, tapi sebagian menutup diri. padahal tak akan sampai puas orang-orang yahudi sampai kaum ini mengikutinya (budaya dan ajarannya). Ya, inilah kaum yang Agamanya memiliki kekhasan yang menerangi seluruh alam, tapi sebagian umatnya memiliki lemahnya iman.

Teringat perkataan seorang teman, "Kalau kamu mau lihat bagaimana penampakan Kapitalisme, lihatlah tanggal 14 februari nanti. Begitu banyak aktivitas yang menjauhkan diri dari kemuliaan, begitu banyak brand-brand yang memfasilitasi hari kemaksiatan, karena bagi kapitalis yang penting adalah keuntungan."
Saya dengarkan dengan seksama, kemudian saya berpikir jika yang dia maksud adalah hari valentine maka penampakan kapitalisnya ialah begitu banyaknya pebisnis-pebisnis kapitalis yang memanfaatkan moment perayaan ini dengan memfasilitasi apa yang menjadi ikon perayaan ini, seperti kartu ucapan valentine, coklat, bunga, beserta paket valentine (kondom). Mereka selalu mencari celah-celah kecil agar kemudian mereka mendapatkan keuntungan material. Naudzubillah

Saya beranikan diri menjawab pernyataan dia, "Kalau kamu mau melihat penampakan penyegar mata, nanti lihatlah hari-hari sebelum hari maksiat itu ada, akan ada sekelompok manusia yang dengan lisannya ia mengubah dan mencerahkan para pelaku hari kemaksiatan, mereka bekerja secara masif, mereka siap berada dibarisan terdepan menegakan yang ma'ruf."

Mereka adalah para generasi muda yang selalu siap mengabdikan dirinya sebagai penolong Agama Allah, mereka adalah para pasukan penyebar #CintaMulia.
bermodalkan buklet #cintamulia yang didownload dari akunnya Ust. felix Siauw saya print dan bagikan kepada mereka para aktivis hari maksiat. saya bagikan pada pasukan penyebar #CintaMulia, dengan semangatnya mereka dan kesungguhan mereka, adalah kewajiban bagi mereka untuk menyebarkannya, menyebarkan opini-opini anti hari maksiat, dengan begitu akan semakin banyak orang-orang sekitar mereka yang tercerahkan, dan mafhumnya menjadi sempurna.
Budaya liberal harus ditolak, dengannya akan menghadirkan permasalahan - permasalahan pada umat, dengannya akan merusak para generasi penerus Islam, dengannya akan menjauhkan kami dari Tuhan seluruh alam, karena liberal itu bukan ideologi islam, bukan mabda yang harus dipertahankan.

last before end..
Terima kasih kepada adik-adik LDS Rohis Babakan Madang,
Semoga Allah mudahkan, semoga banyak yang tercerahkan.
Terima kasih sudah mau menjadi anak-anak yang selalu siap berada dibarisan terdepan menegakan yang Ma'ruf..
Allah Maha Melihat, Allah Maha Memberi. 
Allah yang akan membalas perjuangan kalian.
Tetap tegakan panji-panji Islam.
Berjuanglah menjadi remaja Anshurullah.. :')

Hiyya lillah, hiyya lillah ... Al hukmi illa Lillah..
Allahu Akbar!
LDS Rohis SMArt Babakan Madang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar